Minggu, 09 September 2012

I Told You, Mereka Belum Mati.

Guten Morgen!
hari minggu yang cerah ya. jarang-jarang pula aku selo di hari minggu yang menyenangkan ini.
kenapa menyenangkan?
karena aku punya bahan buat dijadiin post disini. yayayyy!!

so, semalem aku baru aja dateng ke acara yang namanya Pekan Wisata Budaya Kotagede 2012 "Bedhol Keprajan". istimewa sekali ya?
kenapa istimewa?
karena Kotagede itu semacam daerah tertua di Jogjakarta. umurnya udah hampir 4 abad. dulunya, ni daerah pusat kekuasaan Mataram. nah, karena sejarahnya yang panjang dan kehidupan tradisional yang tak luntur di makan jaman, pantaslah kalau daerah ini kaya akan budaya. kalau kesitu, kamu bisa nemu banyak banget bangunan bersejarah. waktu aku lewat situpun, kepalaku gak bisa berenti noleh kanan kiri karna banyaknya hal menarik yang bisa dilihat. ini tempat juga seru banget buat hunting foto. kalau mau tahu lebih banyak soal Kotagede, kamu bisa baca ini dan ini.

ceritanya, aku dateng kesitu karena pengen liat Opera Jawa: Langen Madra Wanaran. does anybody know what it is? don't ask me. but, call me lucky because i brought right partner that could tell me everything about it.
Opera jawa itu semacam wayang orang. nah, kalau Langen Madra Wanaran itu sebuah tarian tradisional jawa yang sumber ceritanya dari epos Ramayana. wanara sendiri artinya kera, and yes, i saw so many monkeys =p
ini tarian katanya termasuk pementasan langka. soalnya narinya sambil jongkok (jengkeng). plus, gak cuma nari tapi juga nembang.
tingkat kesulitannya tinggi banget deh, makanya gak semua orang bisa dan akhirnya bukan jadi tarian yang populer.
waktu itu ceritanya soal perang antara kerajaan kera sama kerajaan buto (raksasa). 
lucunya, ada cucu si dalang yang meranin wanara. umur 5 tahun kayaknya. asli imut banget..
total ada 5 babak yang dimaenin, sekitar 15 lebih pemain dengan durasi 45 menit.
so far, i love that dance. very nice one. 
so sad that i don't have a cam, so i couldn't show you the entire show =( 
but you can see it on youtube, just click here.

cuman...
ada yang ngeganjel banget soal ni acara.
kalau liat posternya sih, aku pikir ni acara bakal rame banget. bayanganku pun pendoponya, pendopo gede gitu.
makanya pas yang ngejemput aku telat sejam, aku udah was-was gitu. jangan-jangan bakal ketinggalan banyak.
ternyata, boi. dengan perjalanan yang makan waktu sejam plus kudu nyari-nyari jalan karena gak ada papan petunjuk,
begitu sampe sana acara belum mulai. godness, acaranya ngaret 2 jam. dua jam. endonesaaa.
pengunjungnya sih rame, tapi ya warga kampung sekitar banyaknya. jadi kayak cuman acara kampung gitu. sayang banget.
adasih bule. namanya patrick (no, not that patrick the star! lol). antropolog asal belgia yang udah 7 tahun tinggal di indonesia.
katanya si mas patrick ini ngajak temen-temennya buat nonton, etapi gak ada yang dateng. kesasar kali.
gila, kotagede tu jalannya rumit. salah belok dikit, tau deh bisa nyasar kemana.

gini ni. ada potensi pariwisata seijo gini, tapi penanganannya kurang yoi.
kemana perginya itu brosur-brosur bikinan dinas kepariwisataan dan kebudayaan?

but. ada satu sisi yang bikin aku bangga.
anak kecil yang nonton banyak. dan mereka kelihatan excited gitu.
sebelum pentas tari langen madra wanaran, ada 3 pentas tari yang ditampilin sama anak-anak.
ada tari rampak, tari goyang sander, dan tari kipas kembar. semua pemainnya anak-anak. paling gede usia sd kelas 6 aku tebak.
see? kebudayaan kita belum mati, man. younger generation masih kenal kok sama tradisi leluhur. 
dan udah tugas kita yang tua-tua ini buat terus ngejaga apa yang udah diwarisin. tsaaah.   

so, let's care. let's share. shall we?








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut