Pernah ada seorang lelaki. Kupu-kupu nomer delapan.
Baik hati dan rupanya.
Taat beragama dari tingkah lakunya.
Namun ia melangkah tergesa-gesa.
Mungkin karena ia belum tahu sebaiknya bagaimana.
Jika aku dan dia sampai bersama, akulah yang akan jadi pusatnya.
Apa-apa tentang aku. Semua-mua harus aku yang bahagia.
Aku takut, justru aku akan menyerap semua energi
dan menghambat lajunya.
Komitmen itu bukannya tentang keseimbangan?
Yasudah, aku tinggal pergi saja dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar